Ceeburial Goes to Surabaya

Grandos dengan produknya kukusan coffe filter dengan merk Ceeburial. (JOKO INTARTO untuk ringtimes.net)

Oleh: Joko Intarto

Kabar baik itu datang saat saya mengisi pelatihan writing in action, Senin siang. ”Proposal sudah disetujui,” kata Granados, yang mengikuti meeting dengan Bank Indonesia.

Dalam sebuah pameran industri keuangan di Surabaya, saya mengusulkan konsep Ceeburial Pavillion. Sebuah mini booth berkonsep tradisional mengambil inspirasi rumah adat Sunda dari dusun Ciburial, Kabupaten Bandung Barat.

Di Ceeburial Pavillion itulah, diperlihatkan potret kehidupan masyarakat desa miskin yang sekarang sedang mengikuti program pemberdayaan ekonomi. Program pemberdayaan itu dikerjakan Lembaga Zakat Al-Azhar bekerjasama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Program pemberdayaan ekonomi itu, antara lain, dengan membantu dalam pengembangan desain produk dan pemasaran anyaman bambu yang tradisional menjadi lifestyle. Granados yang seniman alumni ISI Jogja itu bersama saya membantu pengembangan desain produk dan strategi pasarnya.

Produk pertama yang akan diimplementasikan adalah memproduksi kukusan mini dengan nama bamboo cofee filter bermerk Ceeburial. Produk ini akan dijual di modern market dan dipasarkan melalui online shop dan market place.

Untuk memperkenalkan produk itu, Bank Indonesia menyediakan sebagian space-nya di pameran itu untuk digunakan Ceeburial Pavillion.

Di Ceeburial Pavillion itu, pengunjung bisa menikmati dua atraksi menarik. Pertama, melihat para perajin bambu menganyam kukusan. Pengunjung juga boleh belajar membuat kukusan dipandu para perajin.

Selain itu, pengunjung juga boleh belajar menjadi barista yang akan menyeduh kopi dengan kukusan bambu. Ceeburial Pavillion menyediakan kopi Arabica dan Robusta kualitas terbaik yang diperoleh dari para petani kopi binaan Lembaga Zakat Al-Azhar dan Bank Indonesia.

Sampai jumpa di Surabaya, Desember mendatang. (JTO)

Bagikan Berita ini :