Dari 29 Desa, Program ‘Kanggo Riko’ Akan Terus Ditingkatkan

Kanggo RIko
Bupati Banyuwangi saat memberikan bantuan program Kanggo Riko pada Agustus lalu. (DIAN EFFENDI/ringtimes.net)

BANYUWANGI – dampak positif program Kanggo Riko (untuk anda, red) telah dirasakan oleh masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Tahun 2019 mendatang, program ini layak dikembangkan secara lebih luas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Zen Kostolani, mengatakan, Kanggo Riko adalah program untuk memberdayakan warga miskin di perdesaan agar mandiri secara ekonomi.

”Jadi program ini untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat desa yang kurang mampu,” jelas Zen Kostolani, pada Senin (26/11/2018).

Penerima program tersebut masing-masing mendapat bantuan permodalan usaha sebesar Rp 2,5 juta dalam bentuk peralatan kerja.

Tahun ini, lanjut Zen, ada 29 desa di Banyuwangi yang telah menggelontorkan dana penguatan ekonomi untuk 1.160 rumah tangga miskin (RTM) yang sedang merintis usaha atau berniat meningkatkan usahanya.

“Misalnya, ada warga kurang mampu pemilik dagangan rujak soto, dia memerlukan rombong dan mangkok, ya kita bantu. Ada pemilik servis alat-alat dapur, bisa dibantu peralatannya,” jelasnya.

Fokus program Kanggo Riko adalah peningkatan usaha warga usia produktif tapi kurang mampu secara ekonomi. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan terjadi peningkatan pendapatan sehari-hari dari usaha yang mereka dilakoni.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan DPMD Banyuwangi, Masduki, menambahkan bahwa program kanggo riko akan terus diperluas ke desa-desa yang lain.

“Tahun depan kita targetkan ada penambahan. Kalau bisa, 100 persen desa sudah melaksanakan program ini,” ungkapnya.

Pemberdayaan dan peningkatan usaha ekonomi masyarakat miskin, menurut Masduki, harus segera dilaksanakan di setiap desa.

“Kalau melihat besaran anggaran, saya rasa setiap desa memiliki kemampuan. Jika satu desa memberi bantuan untuk 40 rumah tangga miskin, hanya butuh anggaran Rp 100 juta,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan manfaat yang akan diperoleh, angka tersebut relatif kecil. Selain bisa mengurangi angka kemiskinan, peningkatan usaha ekonomi RTM akan membawa dampak luar biasa bagi penerima.

“Tentu mereka akan mendapat penghasilan yang lebih besar. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya dan menabung,” pungkasnya. (DEF/QWM/ADV)

Bagikan Berita ini :