DPMD Imbau Pemdes Rampungkan Pencairan DD ADD

Kepala Bidang Pemberdayaan Pemerintahan Desa DPMD Banyuwangi, Tri FM Witaseno (kanan). (DIAN EFFENDI/ringtimes.net)

BANYUWANGI – Proses pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2018 memasuki masa akhir. Di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa desa belum melakukan proses pencairan secara keseluruhan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi mencatat, dari 189 desa ada tujuh desa yang belum mencairkan DD tahap ketiga.

“Sedangkan satu desa belum mencairkan DD tahap kedua dan ketiga. Yakni Desa Banyuanyar,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Pemerintahan Desa, Tri FM Witaseno, pada Kamis (29/11/2018).

Sedangkan untuk pencairan ADD, tercatat ada 36 desa yang belum mencairkan anggaran tahap terakhir.

Namun demikian, Tri FM optimis seluruh desa di Banyuwangi bisa mencairkan DD dan ADD seratus persen. “Hasil evaluasi dan berdasarkan laporan pemdes, mereka tinggal melengkapi syarat-syarat pencairan.”

Pada tanggal 5 Desember 2018 nanti, DPMD mengimbau kepada jajaran pemerintah desa untuk mengirim persyaratan pencairan.

Pencairan DD dan ADD tahun ini mundur

Faktor penyebab beberapa desa belum menyelesaikan proses pencairan DD, menurut Tri FM, salah satunya disebabkan karena ada perubahan regulasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Perubahan regulasi tersebut terjadi pada awal tahun, sehingga pencairan DD yang biasanya mulai dilaksanakan pada bulan April harus mundur hingga bulan Juni.

Namun demikian, hal itu tidak berpengaruh besar terhadap pelaksanaan di lapangan. Hampir semua desa di Banyuwangi optimis bisa menyelesaikan proses pencairan, pelaksanaan,  dan pertanggungjawaban tepat waktu. (DEF/QWM/ADS)

Bagikan Berita ini :