Kemenag Ingatkan Cita Rasa Catering Jemaah Haji

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin saat di Madinah. (Foto : Kemenag RI for ringtimes.net)

JAKARTA (ringtimes.net) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tengah berada di Kota Madinah untuk meninjau penyiapan operasional haji 1439H/2018M. Menag memantau kesiapan layanan katering, akomodasi, dan kesehatan yang akan diberikan kepada para jemaah.

Menag meninjau dapur Burhan Al Huda, salah satu penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia, Jumat (8/6/2018) malam.

“Jaga higienitas, baik bahan makanan maupun proses memasaknya. Sistem distribusi juga harus cepat dan tepat agar makanan bisa segera dikonsumsi jemaah,” pesan Lukman Hakim kepada pengelola dapur Burhan Al Huda.

Lukman Hakim juga mengapresiasi Dapur Burhan Al Huda yang sudah mempekerjakan chef asli Indonesia. Itu harus dilakukan untuk memastikan makanan jemaah bercita rasa Indonesia.

“Untuk menjamin keterpenuhan cita rasa Indonesia, kami akan lakukan pelatihan sertifikasi memasak. Itu harus diikuti semua penyedia katering. Pelatihnya dari tenaga ahli Indonesia,” tuturnya.

Di Madinah,  total ada 15 perusahaan katering yang akan melayani jemaah haji asal Indonesia. Selama di Kota Nabi,  jemaah akan mendapatkan dua kali makan (siang dan malam) serta satu kali snack berat (sarapan) dalam setiap harinya.

Selain dapur katering, Menag juga memeriksa Hotel Marriot yang berlokasi di sebelah utara Masjid Nabawi. Hotel di wilayah Markaziah itu merupakan salah satu pemondokan jemaah yang dikontrak satu musim penuh.

Untuk kali pertama, sistem penyewaan hotel di Madinah pada musim haji tahun ini dilakukan dengan tiga pola; sewa setengah musim, sewa semusim penuh, dan blocking time. Selama ini, sistem sewa hotel di Madinah dilakukan secara blocking time (8 hingga 9 hari). 

Pada tahun 2018, bahkan mayoritas hotel di sewa semusim penuh. Total ada 32 hotel yang telah disewa dengan kapasitas 108.574 jemaah (52,0 persen). Sewa setengah musim 0,62 persen, sedang blocking time 47,36 persen (75 hotel dengan kapasitas 98.838 jemaah). 

“Pola ini akan lebih memudahkan penempatan jemaah dan pengaturan jadwal pergerakan jemaah gelombang pertama ke Makkah usai menjalani ibadah Arbain,  dan jemaah gelombang kedua ke bandara saat akan pulang ke Tanah Air,” jelas Lukman Hakim.

“Jemaah tidak perlu diburu-buru segera check out karena ada masa sewanya sudah habis dan kamar akan diisi jemaah lainnya,” sambungnya. 

Di Madinah,  Menag Lukman juga meninjau kesiapan layanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). (DEF/C1)

Bagikan Berita ini :