Sedekah Seminar

JOKO INTARTO untuk ringtimes.net

Oleh: Joko Intarto

Sedekah ada beragam cara. Boleh pakai duit nyata. Boleh pakai duit tidak nyata alias e-duit atau uang digital. Boleh juga sedekah barang.

Bolehkan sedekah ilmu? Boleh. Misalnya, mengajar tanpa bayar. Itu tergolong sedekah juga.

Nah, pada zaman now, mengajar banyak modelnya. Ada yang masih old style. Datang ke kelas-kelas, bertatap muka dengan siswa. Walau lokasinya jauh sekali pun.

Tapi dengan kemajuan teknologi informasi, berkembang model mengajar gaya baru. Guru tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama. Hanya untuk mengajar dua jam.

Guru cukup mengajar dari rumahnya. Katakanlah di Jakarta. Siswa-siswi bisa berkumpul di kelas masing-masing. Di seluruh dunia.

Melalui aplikasi webinar, sekali mengajar bisa diikuti hingga 10 ribu kelas. Tidak perlu terbang. Tidak perlu hotel. Tidak perlu transport lokal.

Hemat biaya. Hemat waktu. Senang di sana. Senang di sini. Senang untuk semuanya.

Bagaimana konsep sedekahnya? Begini. Pertama, harus ada lembaga pengelola program. Ini sangat mudah. Ada banyak lembaga zakat yang mau.

Kedua, harus ada gurunya. Ini pun tidak sulit. Banyak motivator, mentor, coach dan entah apa lagi sebutannya.

Mungkin saja mereka mau. Untuk menyeimbangkan hidupnya. Agar tidak melulu mengejar dunia. Mereka kan juga ingin masuk surga?

Ketiga, ada pesertanya. Ini juga mudah. Semua pembicara top pasti punya penggemar. Setiap tema yang dibahas pasti punya peminat. Dari situ saja mulainya.

Setiap penggemar diwajibkan membayar donasi. Untuk mendapatkan password webinar. Boleh berapa saja. Namanya juga sedekah. Makin besar makin bagus. Sedekah kan harus yang terbaik?

Keempat, ada operatornya. Ini juga mudah. Ada Jagaters. Yang spesialisasinya memang di bisnis webinar dan live streaming. Pengalaman Jagaters sudah panjang. Sejak 2016. Sudah menyelenggarakan 1.300 kali seminar online. Diikuti 15.000 kelas online. Dengan peserta 150.000 orang.

Empat faktor itu sudah ada semua. Tinggal satu saja yang belum ada: siapa yang akan menjadi inisiator program?

Itulah yang membuat saya senang. Bertemu pengusaha kargo di Manggarai yang brilian dan tidak pernah mau diam: Pak Lambang.

Ia akan segera mulai bergerak. Melalui lembaga amil zakat Lazismu Kantor Layanan Mangarai, sedekah seminar akan mulai dipasarkan. Dia berharap, tokoh-tokoh sekelas Tung Desem Waringin, Hermawan Kartajaya, James Gwee, bersedia berderma: dua jam saja. Semoga. (jto)

Bagikan Berita ini :