Serbuan Pencari Kerja Luar Daerah di Banyuwangi Job Fair

Pelamar kerja di BJF 2018 (DIAN EFFENDI/ringtimes)

BANYUWANGI – Tujuh orang gadis berusia antara 22 hingga 25 tahun berkumpul di pojok pintu masuk sebelah selatan Gelanggang Olahraga (GOR) Tawangalun, Banyuwangi, Jawa Timur saat ringtimes.net meliput Banyuwangi Job Fair (BJF) 2018, pada Kamis siang (6/9/2018).

“Saya dari Panarukan, Situbondo. Kita datang tujuh orang. Semuanya lulusan D4 Politeknik Negeri Jember. Saya titip lima lamaran untuk posisi staf administrasi” ungkap Winda Sari, salah satu dari sekian ribu pelamar.

Winda Sari dan teman-temannya mengaku mengetahui pelaksanaan BJF 2018 dari akun Instagram beberapa hari sebelumnya. Ketertarikan mereka untuk datang ke Banyuwangi karena ada 2.500 lowongan pekerjaan di BJF.

Alasan mereka adalah ingin segera mendapat pekerjaan setelah lulus dari Politeknik Negeri Jember. Menurutnya, BJF adalah sebuah event yang memberi kemudahan bagi para pelamar kerja.

“Kita tidak perlu nanya-nanya. Tak perlu keluar masuk perusahaan untuk menanyakan lowongan pekerjaan. Disini, dalam hitungan jam kita bisa menyerahkan persyaratan ke banyak perusahaan sesuai posisi yang kita inginkan,” ungkapnya.

Winda mengaku telah memasukkan lamaran ke lima perusahaan yang membutuhkan tenaga administrasi kantor.

Selain Winda, ada Elin Vidayati, gadis asal Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Dia datang ke Banyuwangi untuk mencari pekerjaan di perusahaan yang ikut dalam BJF.

“Kita sama-sama lulusan Politeknik Negeri Jember. Jadi kita berangkat bareng-bareng. Kalau saya memasukkan tujuh lamaran. Mudah-mudahan salah satunya diterima,” harap Elin.

Demi mendapat pekerjaan dan tidak menjadi pengangguran, mereka menyatakan siap ditempatkan dimanapun oleh perusahaan. Termasuk jika harus bertugas di Banyuwangi.

Seperti diketahui, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Job Market Fair (JMF) 2018 di Gelanggang Olahraga (GOR)  Tawangalun pada 6 hingga 8 September.

Sedikitnya ada 2.500 lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh 54 perusahaan yang ikut ambil bagian pada BJF tahun ini.

Kepala Disnakertrans Banyuwangi, Alam Sudrajat, mengatakan, BJF merupakan upaya pemkab memfasilitasi para pencari kerja dengan perusahaan.

“Akan terjadi pertemuan langsung antara perusahaan dengan calon tenaga kerja yang dibutuhkan. Para pencari kerja akan bisa langsung memilih jenis pekerjaaan yang ditawarkan dan bisa langsung memasukkan lamaran di lokasi,” jelas Alam Sudrajat, pada Rabu (5/9/2018).

BJF tidak membatasi pencari kerja asal Banyuwangi, tapi terbuka untuk umum dari daerah lain. Dari 2.500 lowongan kerja, tenaga administrasi, akuntan, marketing, relations Banking Officer, tenaga medis, hingga teknik elektro mendominasi  pekerjaan yang ditawarkan.

Sementara itu,  Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, BJF adalah jembatan bagi Banyuwangi untuk bisa melihat potensi lapangan pekerjaan dan potensi yang bisa diserap.

“Mudah-mudahan Job Fair ini menjadi jembatan antara lapangan pekerjaan yang tersedia (dengan pencari kerja). Tapi disisi lain, perusahaan bisa mendapat tenaga kerja yang dibutuhkan,” jelas Anas.

Kepala Bidang Penempatan Kerja, Nunuk Sri Rahayu, menyampaikan tujuan utama dari pelaksanaan JMF adalah memudahkan para pencari kerja untuk segera mendapat pekerjaan dan sebagai ikhtiar untuk mengurangi angka pengangguran. (def)

Bagikan Berita ini :