WNI Meninggal di LN, Kades : Kami Tidak Pernah Tanda Tangan

Emerald Maldives Resort tempat Almarhum Muhammad bekerja

BANYUWANGI – Kabar meninggalnya Achmad (Bukan Muhammad seperti yang diberitakan sebelumnya, red), warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi saat bekerja di luar negeri mendapat tanggapan dari pemerintah desa setempat.

Menurut Kepala Desa Gintangan, Rusdianah, mendiang Ahmad tidak pernah mengajukan surat apapun kepada pemerintah desa sebagai kelengkapan persyaratan bekerja di Maldives.

“Sudah kami cek di buku register, tidak ada. Kami tidak pernah menandatangani surat apapun untuk almarhum (Ahmad, red). Karena yang bersangkutan memang tidak mengajukan,” ujar Rusdianah, pada Selasa (3/4/2019).

Pemerintah Desa Gintangan mengaku sering menandatangani surat bagi warganya yang akan bekerja ke luar negeri.

“Biasanya yang ditandatangani adalah surat persetujuan keluarga dan surat waris. Sifatnya hanya mengetahui. Tapi untuk almarhum Ahmad memang tidak ada,” jelasnya.

Ahmad sendiri diperkirakan berangkat ke Maldives sekitar sebulan lalu untuk bekerja sebagai kuli bangunan di proyek Emerald Maldives Resort and Spa.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, banyak warga Desa Gintangan yang bekerja di Maldives untuk menggarap proyek resort yang sebagian bangunannya terbuat dari bambu.

Pihak yang merekrut atau yang mencari tenaga kerja ke Maldives diduga adalah salah satu pemilik art shop kerajinan bambu di desa Gintangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Warga Negera Indonesia (WNI) asal Banyuwangi, Jawa Timur, Muhammad (49), dikabarkan meninggal dunia di Maldives, pada Minggu pagi waktu Indonesia (31/3/2019).

Menurut informasi dari teman kerjanya. Identitas narasumber sengaja kami sembunyikan. Muhammad diketahui meninggal sekitar pukul 08.00 pagi. “Waktu dibangunkan, almarhum tidak merespon dan dipastikan meninggal. Padahal malamnya masih sehat dan sempat bermain catur.”

Narasumber mangatakan, pihak kepolisian Maldives telah mendatangi tempat kejadian perkara dan membawa jenazah ke sebuah rumah sakit di Male, ibukota Maldives.

Muhammad diketahui baru tiba di Maldives sebulan lalu untuk bekerja di proyek pembangunan Emerald Maldives Resort di Pulau Fasmendhoo.

Proyek Emerald Maldives diketahui banyak mempekerjakan WNI asal Desa Gintangan, Kabupaten Banyuwangi yang terkenal ahli membuat bangunan dari bambu. (DEF)

 

(Berita ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut)

Bagikan Berita ini :